Laman

Senin, 21 Maret 2016

Mari Menentukan Langkah Bersama Kilau! (Review Album Kilau: Menentukan Langkah)

Menentukan Langkah (2016)
Setelah lama enggak posting tulisan di blog ini, saya akhirnya kembali. Kali ini saya mau coba membuat review terhadap album Kilau yang berjudul Menentukan Langkah. Saya hanyalah penikmat musik yang memiliki pengetahuan sangat terbatas mengenai teknis bermusik. Jadi mohon maaf jika terkesan sok tahu. Saya mencoba membuat review ini dari segi penikmat musik aja. Berikut tulisannya.


***
                                                               
Pop-rock memang masih menjadi pilihan penyanyi ataupun band yang berorientasi komersial atau mengikuri arus utama pasar musik. Selain easy listening, lagu-lagu pop-rock mudah untuk kita bawakan kembali. Begitu banyak  band-band bermunculan yang membawakan jenis musik ini. Tak terkecuali band Kilau dengan EP (album mini) mereka yang bertajuk Menentukan Langkah.

Band ini beranggotakan Tri Cahyo Wibowo (Wowo) pada vokal, Nur Kholis Widianto (Oliz) pada gitar, Yogha Pamungkas Arsadiwirya pada gitar, dan Sarwani (Wani) pada drum. Album mini perdana Kilau yang berjudul Menentukan Langkah ini telah dirilis di iTunes pada 29 Februari 2016.  Album ini berisi lima lagu berbeda dan satu lagu yang berjudul Saat Kau Tak di Sini yang disajikan dalam versi akustik.

Dalam album Kilau Menentukan Langkah ini hal yang khas yaitu suara sang vokalis yang bernuansa rock. Ciri khas yang ia sajikan hampir di semua lagu yaitu ia menampilkan suara biasa di awal lagu, lalu kemudian di pertengahan atau pada bagian refrain ia mengeluarkan suara serak rock-nya. Kecuali pada lagu Menentukan Langkah ia benar-benar mengeluarkan suara serak rock dari awal sampai akhir lagu.

Pada track pertama, Kilau menyajikan Lagu Galau. Lagu yang berirama sedang ini menonjolkan permainan gitar yang dinamis. Lirik dalam lagu ini menceritakan tentang seseorang yang menunggu kabar dari kekasihnya yang membuatnya merasa galau dan risau. Dengan pembawaan musik dan vokal dari Kilau yang powerful, lagu ini menjadi bernuansa kemarahan yang disebabkan oleh kegalauan.  

Track kedua yaitu Menentukan Langkah yang juga dijadikan judul mini album ini. Pada lagu inilah sang vokalis mengeluarkan suara serak rock dari awal hingga akhir lagu. Hal ini didukung oleh musik Kilau yang berirama cepat dengan komposisi musik rock. Irama musik yang bernuansa semangat ini seirama dengan lirik yang memotivasi pendengarnya untuk menentukan arah ke arah yang lebih baik apabila keadaan sekarang tak kunjung memberikan kebahagiaan. Lagu ini cocok untuk didengarkan pagi hari sebelum memulai aktivitas untuk membangkitkan rasa semangat.

Track ketiga berjudul Saat Kau Tak di Sini. Lagu yang bertema kehilangan kekasih ini berirama lambat. Musik pop yang kental sangat terasa dalam lagu ini. Untuk yang terbiasa mendengar lagu pop slow dan bernuansa kesedihan, akan sangat mudah menerima lagu ini menjadi salah satu lagu kesukaan mereka. Lagu ini kembali muncul pada track terakhir album Menentukan Langkah dengan versi akustik.

Track keempat Jika Kau Menangis tak jauh beda dengan track sebelumnya. Kilau kembali menyajikan lagu bernuansa kesedihan dengan irama lambat. Tak banyak kesan yang dapat diambil dari lagu ini. Namun begitu, lirik yang terkandung dalam lagu ini cukup dalam. Kisah tentang sepasang kekasih yang memiliki perbedaan yang mau tak mau mereka harus berpisah karena perbedaan tersebut.  Jika Kau Menangis lumayan dijadikan pengiring untuk kita yang sedang bersedih.

Lagu Tak Terucap menjadi track kelima dalam album mini Kilau Menentukan Langkah. Lagu berirama sedang ini mengingatkan kita akan lagu-lagu yang menjadi soundtrack FTV. Tentunya komposisi musik pop-rock pada lagu ini sudah sangat akrab di telinga kita. Lagu Tak Terucap berkisah tentang seseorang yang jatuh cinta namun tak berani mengungkapkannya. Jika ada produser FTV yang mencari lagu untuk dijadikan soundtrack, lagu ini akan sangat cocok sekali.

Untuk sebuah album mini perdana, Kilau telah berkarya dengan sangat baik di album mini Menentukan Langkah. Dengan komposisi musik yang apik di semua lagu membuktikan bahwa semua personil Kilau telah memiliki jam terbang yang banyak sebagai musisi. Dengan pilihan musik ini, diharapkan Kilau telah menentukan arah yang benar untuk meramaikan blantika musik Indonesia.

(Luk/2016)

Jumat, 16 Mei 2014

Duit Kondangan Itu Aneh Ya Kayaknya?



Apa itu kondangan? Nah, coba buka Kamus Besar Bahasa Indonesia! Ada tuh lema “kondangan” yang artinya menghadiri undangan perkawinan dan sebagainya. Sejak saya kecil, sekecil amuba, saya berpikir keras mengenai kata “kondangan”. Padahal yang saya baca di kertas-kertas undangan yang pernah orang tua saya terima, semuanya tidak ada yang bertuliskan “kondangan”, tetapi yang ada hanyalah “undangan” belaka. Setelah berabad-abad berpikir dan menimbang , akhirnya saya dapat menyimpulkan bahwa “kondangan” itu bentuk kilat dari “ke undangan”. Kondangan yang ingin saya gunjingkan di sini yaitu kondangan acara pernikahan.



Nah, kalau kita kondangan pernikahan, pasti deh di pintu masuknya itu ada kotak yang di atasnya ada lubang kurus tempat memasukkan duit. Persis kayak kotak amal mesjid. Semua undangan yang hadir pasti memasukkan amplop yang berisi uang ke kotak tersebut. Jadi, semua undangan yang hadir di acara pernikahan memang sudah mempersiapkan amplop berisi duit untuk diberikan kepada penyelenggara acara pernikahan.

Kalau dipikir-pikir, aneh gak sih kalau para undangan memberi duit ke mempelai ataupun ke keluarga mempelai? Jadi begini lho, Masbro. Misalnya ada tetangga mau menikah. Mereka membuat acara resepsi berupa pesta, lalu mengundang kita. Lalu ketika kita hadir di sana, kita diharuskan memberi uang kepada mereka. Memang sih, tidak ada yang mengharuskan secara gamblang untuk memberi uang kepada si empunya acara. Tetapi si penyelenggara menyiapkan kotak amal di pintu masuk itu maksudnya apa coba? Tentu meminta sodaqoh dari para tamu undangan kan?

Yang membuat saya gusar, dalam agama kan diajarkan tentang kewajiban hadir jika diundang ke acara pernikahan. Tapi konyolnya, si pengundang ini meminta uang kepada yang diundang. Oke kalau yang diundang itu orang yang uangnya berlebih sampai berceceran di jalanan, tentu tidak akan menjadi masalah jika ia menghadiri acara tersebut lalu memasukkan sejumlah duit ke kotak amal di acara pernikahan. Tetapi bagaimana kalau yang diundang itu kere, duit buat belanja saja sedang ia irit-irit, tetapi ada lima tetangganya yang mengundang ke acara pernikahan. Tentu ia akan pusing tujuh keliling. Bahkan mungkin akhirnya ia tidak datang ke acara itu yang artinya ia tidak menjalankan kewajibannya untuk hadir di acara pernikahan yang telah mengundangnya. Karena jika menghadiri acara resepsi tetapi tidak memasukkan duit, akan menjadi hal yang memalukan. Setidaknya begitulah pola pikir di masyarakat kita.

Mungkin, duit kondangan itu dimaksudkan sebagai hadiah kepada pasangan mempelai. Tetapi, hadiah itu kan harusnya diberikan secara sukarela oleh si pemberi tanpa diminta oleh si mempelai, bukan malah si mempelai/keluarga mempelai meminta hadiah kepada para undangan dengan menyiapkan kotak amal jariyah itu. Awalnya kan, keluarga mempelai yang mengundang para undangan. Artinya, keluarga mempelai cukup mengharapkan kehadiran dari para undangan itu saja, tanpa mengharapkan hadiah apalagi sampai memasang kotak amal sodaqoh di pintu masuk acara untuk meminta uang dari para tamu undangan. Kalau tamu undangan ada yang memberi hadiah, ya itu berarti anggap sebagai bonus saja. Ada baiknya jika tamu undangan itu memberi hadiah berupa barang yang berguna untuk kehidupan rumah tangga yang akan dijalani oleh kedua mempelai kelak. Karena jika tamu undangan memberi hadiah duit, itu berarti sudah terjadi duitisasi, bahkan mungkin menjadi komersialisasi acara resepsi pernikahan yang harusnya menjadi acara yang suci nan sakral.

Mungkin juga, duit kondangan itu terinspirasi dari duit melayat. Harusnya, bedakan dong duit kondangan dengan duit melayat. Peristiwa meninggal itu kan sifatnya dadakan dan tidak diinginkan oleh keluarga mayit. Tentu tidak pernah ada persiapan apalagi tabungan untuk biaya mengurus mayit. Jadi para tamu yang melayat memberikan bantuan berupa duit yang bisa digunakan oleh keluarga mayit untuk mengurus pemakaman sang mayit. Kalau acara pernikahan kan sifatnya memang disengaja dan diinginkan oleh mempelai dan keluarganya. Tentu mereka harus mempersiapkan biaya sebagai konsekuensi acara yang ingin mereka buat. Ini kok malah meminta duit kepada tamu undangan sebagai ganti modal acara pernikahan?

Beda kasusnya jika ada pasangan calon mempelai yang tidak mampu dan ingin menikah. Bolehlah dibantu dengan duit untuk biaya mereka sekadar untuk mengurus administrasi di KUA. Tetapi yang ada sekarang ini kok, pernikahan mewah yang diadakan di gedung besar dengan hidangan makanan yang menggugah selera, kok menyiapkan kotak amal sodaqoh di pintu masuknya? Tentu terasa konyol sekali bagi saya. Jika uang itu dianggap sebagai sarana membayar hidangan yang telah dimakan oleh tamu undangan, itu malah lebih super duper ultra konyol lagi. Hidangan itu kan sebagai jamuan, bukan barang dagangan. 

Ya itulah unek-unek saya selama ini. Berdasarkan pengalaman orang tua saya yang dahulu kerap tidak menghadiri undangan pernikahan dari tetangga karena memang orang tua saya sedang bokek. Intinya sih, untuk para undangan tidak masalah kalau ingin memberi hadiah. Tapi yang mengundang tidak perlu menyengaja menyiapkan kotak duit, karena itu merupakan simbol meminta hadiah. Mohon maaf untuk Anda yang pernah mengadakan acara resepsi pernikahan dengan menyiapkan kotak duit kondangan. Mungkin tidak sepenuhnya kekonyolan itu datang dari Anda. Karena budaya aneh ini memang sudah mendarah daging di masyarakat kita. Ajakan dari saya, mari kita adakan resepsi pernikahan tanpa kotak amal di pintu masuknya! Wassalam!


Minggu, 27 April 2014

Pentingnya Merapikan Barang-Barang

(Ulasan Cerpen Kuri Kurcaci Mencari Kunci Karangan Asri Andarini)

Sudah jadi kodratnya anak-anak itu punya rasa ingin tahu yang besar. Jelas saja, mereka belum terlalu lama hadir di dunia yang fana ini. Jadi, banyak hal di dunia ini yang mereka belum tahu. Karena mereka bisa melihat dan merasakan keadaan sekitar, jadi mereka selalu mencari tahu tentang segala hal yang mereka lihat dan mereka rasakan.

Cara mereka mencari tahu segala hal ini ada bermacam-macam cara. Yang paling sering yaitu mereka sangat gemar bertanya-tanya. Bagi para orang tua, guru, atau para kakak, harus sabar dalam menghadapi anak-anak yang banyak bertanya ini-itu. Bahkan kadang kita orang dewasa jadi bingung sendiri cara menjelaskan sesuatu yang ditanya oleh seorang anak supaya anak itu mengerti.

Selain bertanya, anak-anak mencari tahu suatu hal dengan cara ingin merasakan pengalaman langsung dengan hal tersebut. Contoh yang paling dekat yaitu anak-anak sangat gemar memberantakkan barang-barang, terutama mainan mereka sendiri. Orang tua kadang pusing tujuh puluh keliling menghadapi anak-anak yang kalau main dengan mainan-mainannya, rumah jadi berantakan seperti kapal pecah. Bahkan sering kali barang-barang yang sebenarnya bukan mainan juga diberantakkin oleh mereka. Karena mainan yang berserakan di sana-sini, kadang anak lupa di mana dia menaruh mainan favoritnya. Si anak pun merengek pada orang tuanya untuk mencarikan mainan tersebut. Jika terjadi hal yang seperti itu, orang tua harus dapat memberi nasihat tentang pentingnya kerapian dalam menaruh barang-barang.

Hal inilah yang ingin disampaikan cerpen anak yang berjudul Kuri Kurcaci Mencari Kunci karangan Asri Andarini yang dimuat di harian Kompas edisi Minggu, 27 April 2014, di rubrik Anak. Seperti yang sudah banyak diketahui, karya fiksi seperti cerpen, selain untuk hiburan juga dapat berfungsi sebagai media pendidikan. Khusus untuk cerpen yang diperuntukkan untuk anak-anak, unsur pendidikan atau pesan moral menjadi hal yang wajib ada. Begitulah yang terdapat di cerpen Kuri Kurcaci Mencari Kunci. Cerpen ini termasuk jenis dongeng, karena tokoh yang dipakai merupakan makhluk khayalan yaitu kurcaci dan peri.

Tokoh utama dalam cerpen itu bernama Kuri. Ia adalah seorang kurcaci. Ia dititipkan sebuah kunci oleh Bunda Peri. Kunci itu merupakan kunci peti yang menyimpan makanan untuk pesta yang akan diadakan keesokan harinya. Tapi sayangnya, Kuri kehilangan kunci itu. Kuri panik dan mencari kunci yang hilang ke setiap sudut rumahnya. Ia kesulitan mencari kunci itu karena seluruh isi rumahnya berantakan oleh barang-barang pribadinya. Bahkan ketika ia membuka lemari untuk mencari kunci tersebut, seluruh barang-barang yang ada di dalam lemari berhambur tumpah sehingga berserakan tak karuan.

Kuri mencoba bersikap tenang dan akhirnya ia sadar. Untuk menemukan kunci itu, ia harus membereskan barang yang berserakan satu persatu. Selanjutnya, Kuri merapikan barang-barang itu. Ketika sedang merapikan, ia menemukan barang-barang lain yang telah lama ia cari, termasuk barang-barang milik teman-temannya yang telah lama ia pinjam. Ketika seluruh isi rumah sudah rapi, akhirnya Kuri menemukan kunci yang ia cari. Kuri sangat senang karena selain menemukan kunci, kini rumahnya tidak berantakan lagi.

Tokoh Kuri mewakili anak-anak di kehidupan nyata. Kuri yang masih kanak-kanak sering mempergunakan mainan dan barang-barangnya, tetapi tidak merapikannya lagi. Kebiasaan ini merupakan kebiasaan yang tidak baik. Karena jika rumah berantakan oleh barang-barang, maka seisi rumah tidak enak untuk dilihat. Selain itu, jika barang-barang tidak dirapikan seperti semula, maka jika ingin mencari barang tertentu, kita menjadi kesulitan untuk menemukannya.

Kebiasaan merapikan barang seperti semula, wajib diajarkan ke anak-anak yang memang memiliki sifat ingin tahu yang besar. Rasa ingin tahu dengan memainkan mainan dan mempergunakan barang-barang memang menyenangkan dan memenuhi kebutuhan ingin tahu pada anak-anak. Tetapi kesenangan yang diperoleh tentunya harus disertai rasa tanggung jawab yang harus dikerjakan setelahnya. Dalam hal ini, tanggung jawab tersebut yaitu dengan merapikan barang atau mainan ke tempat semula. Itulah nilai yang ingin disampaikan oleh cerpen Kuri Kurcaci Mencari Kunci. Cerpen ini sukses menyampaikan nilai moral yang baik untuk anak-anak yang membacanya. Dengan bahasa yang ringan dan pemilihan model cerita dongeng yang menarik sangat mendukung penyampaian nilai moral tersebut kepada anak-anak.
           
Bekasi, 27 April 2014