Jumat, 02 Desember 2011
Betapa Aku Mencintai Kamarku
Selasa, 30 November 2010
Pondok Sejuk Rindu

senyum lugu telah disampaikan kepada hati oleh mata
di sana, di pondok itu
anak-anak pemberani
singkat memang waktu kita bersua
namun hatiku menyimpan rindu yang sama sekali tak singkat
sejuk menapaki raga dan batin ini
ketika tangan mereka terbuka lebar menyambut hadirku
kagumku tak berkesudahan
ketika kutahu merekalah para penerus cahaya
tak gentar jiwa kanak-kanak mereka mempersiapkan diri menjadi penegak
mandiri serta lugu, sesal ku tak mempunyai itu dahulu
bukan materi atau teknologi yang membahagiakan mereka
layaknya jiwa kanak-kanak kota
namun canda dan tarikan ruh persahabatan yang rekat dan suci
serta lingkungan alami nan cantik
membuat hari-hari menjelma menjadi mimpi indah
bidadari pasti tersenyum tatkala melihatnya
tak kuasa ketika ku pamit pulang
mengakhiri kesejukan yang mereka persembahkan
meminta kami untuk kembali kelak ke pondok itu
meminta kami untuk tetap menjalin percakapan mimpi
inilah berkah kesejukan tiada tara
sengaja diselipkanNya diantara tebal lembaran hidupku
aku selalu rindu, tak bisa terlupa
senyum lugu para kesatria mandiri calon penegak cahaya
di pondok itu
Bekasi, 30/11/2010
untuk para kesatria mandiri calon penegak cahaya Pondok Penyejuk Bina Qolbu, Cilember, Bogor.
Senin, 25 Oktober 2010
Aku Bercerita
Aku bercerita tentang kisah yang tiada tandingannya di dunia. Memahami kodrat yang bisa membuahkan berlusin dosa. Kodrat ataukah hanya sekedar ujian semata. Akankah sebelum akil baliq ujian itu diberikan? Kurasa berat bagi manusia.
Ujian yang berlipat ganda dan berkesinambungan dan saling berkomplementer untuk mendorong ke jurang neraka. Kesepian satuhal pertama tentang ujian itu. Sepi di hati dan di mata. Tentu sebagai makhluk cerdas senantiasa mencari cara mengkremasi kesepian itu. Berbekal hal kedua dalam ujian, ketertarikan pada dimensi lain. Dimensi yang terabadikan pernah terkutuk dan terbinasakan. Kesanalah tempat kremasi kesepian itu berada, yang termudah, dan yang menarik.
Haha.. hanya bisa tertawa, tawa sang setan. Terkadang menangis karena teringat cahaya. Tetapi kemudian bersendawa puas atas kenikmatan semu. Hanya menunggu, Malik yang menyambut di pelataran neraka, ataukah keajaiban yang membuat Ridwan tersenyum sebagai penyambutan di lobby utama negeri surga. Para cahaya sejati, raihlah tangan ini untuk mewujudkan keajaiban itu, itupun jika kau semua benar-benar cahaya sejati, haha.. tawa sang setan.