Laman

Kamis, 18 Maret 2010

Bendera Indonesia dan Monako Kok Bisa Sama?

Sodara2 sebangsa dan setanah air. Kita mungkin sudah banyak tau bahwa bendera kita sama percis dengan bendera negara Monako. Klo yang suka bola mungkin tau klub AS Monaco. Tapi Monako kek, mo engga kek, tersrah dia, hehe..becanda.

Perlu diketahui bendera Indonesia sama bendera Monako ada bedanya boy! Bedanya di ukurannya. Kata Wikipedia si begitu. Tapi kayanya bendera2 semua ukurannya sama ya?

Dulu bendera Monako selaen merah putih, ada gambar lambang negaranya di tengah. Tapi semenjak tahun 1881, lambangnya ilang. Tau deh kemana. Apa luntur, apa gimana tau.

Trus apa bendera negara kita jiplak negara Monako? Kan kita tahu bukan tempe, bahwa Indonesia makai bendera merah putih semenjak tahun 1945.

Tapi nyatanya engga juga boy. Bendera merah putih udah dipake ma kerajaan Majapahit. Jadi panji2 ma umbul2 waktu perang mereka pake warna merah putih. Trus selaen Majapahit ada juga kerajaan Kediri yg make warna merah putih juga. Ada lagi waktu jaman perang2 gitu yang make warna merah putih diantaranya: Sisingamagaraja XII, Pangeran Diponegoro, Kerajaan Bugis Bone, dan perang2 di Aceh jaman dulu.

Jikalau dilihat dari fakta2 itu, apa Indonesia telah menjiplak bendera negara Monako? Wallahua'lam.

Jadi gimana? Identitas kita menjadi identitas negera laen juga walaupun cuma berupa simbol? Kita hanya bisa pasrah dan berdoa kepada yang Maha Kuasa. Kuatkan diri dengan taqwa. Wassalam!

(sumber gambar: http://id.wikipedia.org/wiki/Bendera_Monako)

Minggu, 21 Februari 2010

Haryy Poteer and the Half-Flood Sprint (Haryy Poteer dan Lari Cepat saat Separoh-Banjir)

Haryy dan nyokapnya sedang asik menonton radio yang baru dicolongnya dari kantor bapaknya sendiri. Radio ini memiliki layar yang besar sebesar cintamu kepadanya. Sementara adiknya nyaris saja terbakar di panggangan daging kebab di pinggir lautan. Hari sudah siang namun bintang-bintang belum bermunculan. Keadaan di luar sangat cerah dan menyenangkan. Banyak anak-anak berlarian, bebek-bebek bekeliaran, dan mayat-mayat yang berserakan karena belum sempat disapu oleh dinas pertanian.

Sesaat kemudian terjadi anomali cuaca yang menghebohkan. Langit terlihat mendung namun kok hujan segera turun. Ibu-ibu yang di dalam rumah langsung mengambil payung dan bergegas keluar rumah untuk menyaksikan hujan yang terjadi setiap duaratus minggu sekali.

Haryy dan nyokapnya tak sadar karena habis dihipnotis oleh Romi Rapael. Romi berhasil mengentit beberapa butir terasi yang teronggok di bakul nasi. Untung Dedi Kobuset tidak datang ke studio demaster. Jadi Josandi bisa berkunjung ke gunung agung tempat Limbat bermeditasi.

Tetangga Haryy, Rijuki memberi tahu tapi tidak memberi tempe, bahwa keadaan di luar sangat muram. Rijuki juga terlihat muram durja, untungnya Demiyan pun seorang yang durjana.

Haryy dan nyokapnya, Bu Lilit, baru tersadar bahwa di luar hujan setelah duaratus hari kemudian. Daripada cengar cengir sendiri lebih baik berdiri dan bergegas bereskan jemuran. Sambil ditemani suara Deloon yang mendayu dan merayu, Bu lilit pun kepincut oleh ketampanan. Beruntung bapaknya Haryy sedang tidak di rumah tetangga, jadi kepergoklah Bu Lilit tengah selingkuh di tengah-tengah kebun yang tinggal setengah.

Ah, masabodolah, pikir Haryy. Toh PM Toh sudah tidak mendongeng lagi di kemudian hari. Haryy berlari sambil kehujanan dan setengah kebanjiran ditemani Adry Mannan yang yang tak lekas beli mainan. Ia menuju sekolah sihir yang ternyata sudah disihir menjadi menhir. Tahukah Anda menhir? Kalau tidak tahu bisa dibaca di pelajaran sejarah. Kalau Anda malas baca, jangan punya cita-cita. Jalan-jalan saja ke pantai carita. Dan carita-keun kecap di handap ieu! (Bersumbang ke Novel Ketika Cinta Bertasbeh 2).

(sumber gambar: http://www.teffythesearchfornephewninky.com/otherartbytheauthor.htm)

Sabtu, 02 Januari 2010

Noktah Ketimpangan yang Memberatkan

badai
kau bukan keybordist Kerispatih
kau pun bukan lagu Chrisye yang pasti berlalu
namun
kau adalah sebuah rencana
rencana untuk merobohkan diriku

tsunami
kau bukanlah dari Aceh
karena jika dari Aceh namamu adalah Cutnami
kau pun bukan dari Jawa
karena jika dari Jawa namamu adalah Tsumarni
namun
kau adalah sebuah inisiatif
inisiatif untuk meluluhlantakkan hidupku

kalian datang di saat yang tepat
selalu tepat
setiap akhir tertentu

maka
aku takkan selamat dari kalian
melainkan dengan koreng dan borok yang berdarah nanah

itulah ke-lebay-an-ku


Bekasi, 2 jan 2010